Summary book : How to Focus On What Matters Everyday karya Jake Nep dan John Zeratski

 Mari kita bahas Buku Make Time: How to Focus On What Matters Everyday karya Jake Nep dan John Zeratski, dua mantan karyawan Google.

Buku ini membahas cara efektif mengelola waktu di era digital yang penuh dengan gangguan dan tuntutan produktivitas. Mereka mengelompokkan masalah utama menjadi dua:

Busy Bandwagon

Busy bandwagen adalah kecenderungan kita untuk selalu merasa sibuk, terus-menerus mengejar produktivitas. Kita sering merasa harus melakukan sesuatu, harus menjawab email, harus menjawab WA, harus menghadiri rapat, harus menyelesaikan tugas-tugas yang seakan-akan tidak ada habisnya.

Infinity Pools

Sementara Infinity Puls adalah sebuah hiburan atau informasi yang tak berbatas seperti sosial media, YouTube, Netflix yang bisa menyita waktu kita tanpa kita sadar

dari dua masalah utama tersebut, solusi yang ditawarkan oleh dalam buku ini adalah metode sederhana 4 langkah:

  1. Highlight, yaitu menentukan prioritas utama sehari;
  2. Laser, bagaimana bisa fokus pada highlight yang tadi dipilih, seperti menciptakan suasana yang lebih mendukung pada konsentrasi kita;
  3. Energize, melibatkan kebiasaan-kebiasaan seperti tidur yang cukup, makan yang baik, berolahraga, meluangkan waktu untuk kegiatan sosialisasi dengan lingkungan;
  4. Reflect, bagaimana kita merefleksikan apa yang sudah dihasilkan, apa yang tidak berhasil sehingga kita terus bisa memperbaiki cara kita mengelola waktu.

yang menarik dari pendekatan MTime ini bahwa :

Bukan tentang menjadi super produktif atau mengisi setiap menit dengan aktivitas, tapi sebaliknya ini tentang bagaimana membuat pilihan yang sadar tentang bagaimana kita menggunakan waktu yang kita miliki. Ini juga memastikan bahwa kita memprioritaskan pada hal-hal yang benar-benar penting bagi kita.

Make time juga punya batasan. Apa kritiknya? Nah, beberapa berpendapat bahwa pendekatan ini tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki jadwal yang sangat terstruktur dan tanggung jawab yang tidak fleksibel.

Selain itu, beberapa taktik yang disarankan dalam buku ini mungkin sulit diterapkan bagi sebagian orang. seperti misalnya menghapus semua aplikasi media sosial dari ponsel atau sama sekali tidak menonton TV itu bukan hal yang sederhana.

Meski begitu, kekuatan utama dari buku ini, buku MTime ini adalah fleksibilitasnya.

penulis buku ini menekankan bahwa kita tidak perlu mengikuti semua saran mereka. Jadi mereka seri bilang sebaliknya mereka mendorong kita untuk bereksperimen untuk menemukan apa yang berhasil untuk kita, apa yang tidak, apa yang cocok, apa yang tidak. Jadi mereka pun menyadari tidak semua bisa dipakai oleh semua orang.

Ada tiga tips praktis yang mungkin bisa kita terapkan dari buku ini.

Pertama, mari kita memilih highlight harian. setiap pagi atau bahkan malam sebelumnya kita bisa meluangkan waktu sebentar untuk bertanya pada diri sendiri.

apa yang ingin menjadi highlight kita hari iniApa yang mau jadi highlight kita besok? ini bisa berupa proyek yang penting yang ingin kita selesaikan. Kita juga bisa menentukan tentang waktu berkualitas dengan keluarga atau bahkan hobi yang ingin kita kerjakan.

Dengan memilih highlight, maka kita bisa memberikan arah pada hari yang kita akan jalani dan memastikan bahwa hari itu benar-benar untuk dimanfaatkan untuk hal-hal yang penting.

Kedua, mari kita coba terapkan burner list. Ini adalah sebuah metode prioritas. Bayangkan misalnya sebuah kompor dengan dua tungku, proyek atau tugas utama kita ada di tungku depan.

Sementara proyek kedua ada di tungku belakang. dan semua hal lain bisa dimasukkan ke dalam bak cuci piring. artinya metode ini memaksa kita untuk fokus pada hal yang benar-benar penting dan mengesampingkan hal yang tidak penting.

Ketiga, kita bisa menerapkan taktik kecil, hal-hal mikro kecil untuk mengurangi gangguan. bisa berupa misalnya mematikan notifikasi di HP kita, menggunakan headphone untuk menciptakan ruang pribadi atau bahkan menggunakan timer saat kita bekerja.

Taktik-taktik kecil ini walaupun nampak sederhana tapi bisa berdampak besar dalam membantu kita untuk tetap fokus.

pada akhirnya,

Buku ini tidak menargetkan pencapaian super produktivitas, tetapi lebih kepada membuat pilihan sadar tentang penggunaan waktu sehingga kita benar-benar memprioritaskan hal-hal yang penting bagi kita masing-masing.

perubahan itu tidak bisa terjadi seperti membalikkan tangan dalam semalam. Mulailah dengan hal kecil, bereksperimen dengan berbagai taktik. Temukan apa yang berhasil untuk kita.

Dan yang terpenting jangan lupa untuk menikmati proses ini. mudah-mudah bermanfaat.

sumber :

yt: anies baswedan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Buku : Buku Panduan Lima Jari karya Edward Suhadi

Speaking Skill: Kunci Sukses Dalam Bidang Apapun

Berpindahlah Dari makhluk kepada yang maha pencipta seluruh makhluk (Hikmah ke 42: Alhikam ibn Athailah)