Capaian Maqomat Al-Inzal sumber dari amalan kebaikan
![]() |
Baiknya Amalan-amalan adalah hasil dari baiknya kondisi-kondisi hati, Baiknya kondisi hati merupakan hasil dari baiknya capaian dalam menapaki maqamat Al-Inzal.
hikmah yang ke 46 dari salah satu buah pemikiran syaikh ibn 'Athaillah As-Sakandari diatas mengisyaratkan dari timbulnya sebab akibat suatu perilaku baik yang bersumber dari capaian maqamat Al-Inzal.
Maqamat Al-Inzal yang dimaksud disini adalah tahapan yang ditempuh oleh seorang hamba tatkala bertekad menempuh jalan rohani menuju allah dan membebaskan diri dari berbagai pengaruh negatif hawa nafsu
dalam mensyarahi karya ibn Athaillah ini, Syaikh Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi mengkategorikan beberapa maqamatul Al-inzal ini sebagai berikut.
1. Maqam Taubat
pada dasarnya manusia itu pasti berdosa, karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa, maka atas dasar itu berhak untuk menjalankan maqam ini.
bahkan nabi dan rosul pun menjalankan maqam ini, bukan karena berdosa, karena nabi dan rosul di ma'shum ole allah, akan tetapi karena atas dasar hak dari nikmat allah yang senantiasa diberikan oleh allah yang tiada henti kepada para nabi dan rosul. atas dasar syukur akan nikmat allah para nabi pun menjalankan maqam ini
2. Maqam Sabar
setelah bertaubat haruslah bersabar, karena sabar adalah jalan yang agung, sabar dalam menahan hawa nafsu yang liar dan sabar dalam menjalankan pendekatan kepada allah swt.
sabar tidak berharap kepada makhlu, ihklas hanya demi alla dan tidak memperdulikan celaan makhluk. ikhlas dengan tidak terikat keduniawian, yang ketika mendapatkannya senang dan ketika kehilangannya tidak menjadikan hati gelisa dan susah.
orang sabar akan menjalani dua kondisi yang tampak bertolak belakang
1. merasakan beban yang sangat berat seakan tidak bisa dipikul, orang seperti ini karena meninggalkan berlatih sabar sehingga gagal
2. merasakan mendapat petunjuk, karena mampu mengatasi beban berat tersebut. orang yang senantiasa merasa tidak memiliki daya dan upaya selain allah
3. Maqam RIDHO
makam ini adalah buah dari kesabaran, ketika cinta allah mengisi hati seorang hamba, maka dia akan rido dengan apapun yang diterima dari allah. dan rasa ridho ini akan menggeser rasa sabar akan musibah.
Wallahu a'lam
refrensi : Syarah Al-Hikam ibn Athaillah karya Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi

Komentar
Posting Komentar