Sendu Pagi Februari


Air pagi ini senantiasa turun 

lebih sering berkunjung ke daratan

Tidak menghiraukan apa yang terjadi dibawa sana

menemani jeda dihari-hari yang penuh sesak ini

...

ya... coba kau hirup udara pagi ini, berbeda bukan?

udara yang senantiasa dibalut sinar pagi, kini sirna terganti ...

terganti dengan sayup-sayup barisan air ...

...

ya...coba kau rasakan pagi ini, berbeda bukan?

pagi yang sebenernya membangunkan asa dipikiran

pengharapan yang diketuk-ketuk untuk kembali digairahkan..


ah ...pagi ini sama saja...bahkan sendu kehadirannya...

ya sama saja, hanya rasa saja yang belum bangun..

...

belum cukup lah hangat  menemani malam

senandungkan lah langkah, menyambut pengharapan dengan derapnya air...


ya... yang berbeda ternyata pikiran 

hanya, alam senantiasa terus mencoba membangkitkan semua harapan...



serpihan luapan kata diteras atas rumah,(ibunusaefulloh)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Buku : Buku Panduan Lima Jari karya Edward Suhadi

Speaking Skill: Kunci Sukses Dalam Bidang Apapun

Berpindahlah Dari makhluk kepada yang maha pencipta seluruh makhluk (Hikmah ke 42: Alhikam ibn Athailah)