Mengahapal, apa masih relevan?

Pada era revolusi indstri 4.0 sekarang, berkembangnya teknologi yang secara masif, akses informasi yang begitu mudah diakses dimanapun, dengan menanyakan sesuatu pada mesin pencarian semua informasi yang kita butuhkan akan tersaji secara langsung. dengan semua fasilitas yang tersaji pada era ini kadang menjadi salah satu pertanyaan, apakah menghafal buat kita itu masih relevan?

bukankan semua sudah bisa diakses dengan mudah, bahkan beragam Artificial intelegence bisa berinteraksi langsung dengan apa yang kita tanyakan dan apa yang kita butuhkan? 

pada salah satu pembahasan di salah satu paltform ustadz felix siau, beliau mengbahas apakah masih relevan buat kita untuk menghapal di era ini, menariknya beliau membahas dengan model perumusan yang sebenarnya sudah dibahasa dan ada jauh dari era sekarang.

Model Taksonomi BLOOM, model yang dikembangkan untuk tujuan pembelajaran yang dikembangkan pada tahun 1950-an ini menjelaskan tahapan kenapa menghapal masih relevan di era ini.

pondasi pertama pada model pembelajaran ini adalah, mengingat (memorize). mengingat atau menghapal menjadi dasar yang harus dilakukan dalam tujuan pembelajaran. kenapa seperti itu, karena dari dasar kita menghapal, kita terlebih dahulu menyimpan dasar bahan baku pada pikiran kita.

Ust. Felix menggambarkan, jika kita ingin memasak, yang pertama dilakukan adalah kumpulkan bahannya, lebih banyak bahan yang kita kumpulkan, maka kita bisa memasak beraneka ragam makanan. tetapi jika bahannya terbatas, maka masakan yang kita masak hanya tertentu saja.

Bahan masakan itulah yang kita sebut bahan hapalan, ingatan akan hal yang kita masukan ke alam pikiran kita. bahwa itu bisa berbentuk ilmu pengetahaun, informasi,pengalaman, dan apapun yang kita rasakan.
 
ketika kita bicara dengan orang yang bisa nyambung dengan topik apapun yang dibicarakan, bisa kita lihat orang ini berwawasan luas. artinya, input memory dipikirkan dia begitu banyak. 

kembali kepada kita, apakah hapalan itu penting atau tidak, kita yang memilih, tetapi dari segi model taksonomi bloom ini, menghapal adalah keharusan sebelum memahami, mengaplikasikan, menganalisis,mengevaluasi, dan menciptakan.

bagaimana menurut kalian, Masih relelevan kah menghapal disaat ini?

reference : https://youtu.be/zdtJSSlw5c8?si=dRz7TTPfmjf36xMN




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Buku : Buku Panduan Lima Jari karya Edward Suhadi

Speaking Skill: Kunci Sukses Dalam Bidang Apapun

Berpindahlah Dari makhluk kepada yang maha pencipta seluruh makhluk (Hikmah ke 42: Alhikam ibn Athailah)