Nasihat Syaikh Ibrahim bin adham

 


Salah satu kisah yang sangat menarik dari Ibrahim bin Adham ketika mendidik muridnya.

Syaikh Ibrahim bin adham sendiri adalah ulama yang sezaman dengan generasi tabi’in dan ulama sufi yang sangat masyhur pada zamannya. beliau terlahir dikota Balkh, daerah khurasan timur yang kini merupakan salah satu provinsi di afganistan.

Ketika itu salah satu murid Syaikh Ibrahim bin adham yaitu Syaikh Syaqiq al-Balkh ingin meminta izin untuk tidak mengikuti pengajian seperti biasanya, alasannya dia akan melakukan perdagangan yang bisa memakan waktu berhari-hari.

Namun baru beberapa hari, muridnya itu kembali mengikuti pengajian gurunya, sehingga ketika gurunya melihat keberadaan muridnya, gurunya pun bertanya.“kenapa engkau sudah kembali menggikuti pengajian?”. tanya gurunya,karena biasanya perdagangan yang dilakukannya itu bisa berhari-hari.

muridnya menjawab, menceritakan apa yang dia alami di perjalanan, “wahai guru, ketika di perjalanan berdagang, saya melihat ada burung yang tidak bisa terbang, karena burung itu terluka sayapnya, burung itu pun saya perhatikan terus menerus, saya penasaran bagaimana burung itu bisa mendapatkan makan dengan keadaan seperti itu.Selang beberapa lama, saya melihat diatas langit ada burung besar yang terbang, lama-lama burung tersebut hinggap mendekati burung yang sakit dan membawa makanan, tak hanya membawa makanan burung itu pun menyuapi burung yang sakit tadi.

Melihat kejadian ini, bukankah ini pertanda setiap makhkluk itu sudah dijamin rezekinya, dan jika sudah rezekinya bagaimanapun caranya akan bisa tersampaikan, mulai saat ini saya akan fokus beribadah saja kepada allah dan tidak bekerja, yakin bahwa Allah akan memberikan rejeki sebagaimana pada burung yang tak berdaya di tengah gurun.”

Dengan senyuman sang guru menanggapi cerita muridnya,

“Betul apa yang kamu katakan itu, tetapi seharusnya kamu bisa menjadi burung yang besar yang memberi makan , bukan burung yang sakit itu.”

jawaban sederhana dari guru. sang murid itu pun tertegun beberapa lama, setelah berfikir meng-iyakan apa yang dikatakan gurunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Buku : Buku Panduan Lima Jari karya Edward Suhadi

Speaking Skill: Kunci Sukses Dalam Bidang Apapun

Berpindahlah Dari makhluk kepada yang maha pencipta seluruh makhluk (Hikmah ke 42: Alhikam ibn Athailah)