Tiga Kenikmatan Besar Bagi Manusia

 




Dari salah satu Hikam (hikmah 55) ibn Athailah assakandari menyatakan:
Cahaya memiliki fungsi menyingkap, mata hati itu memiliki fungsi membuat keputusan dan hati memliki fungsi menghadap dan berpaling

dari ke tiga prihal yang disebutkan diatas adalah merupakan rangkaian tiga nikmat yang ada pada diri manusia, namun terkadang kita tidak menyadari hal tersebut, nikmat cahaya, nikmat mata hati dan nikmat hati. sekilas kita masih rancu dan belum paham atas apa yang disampaikan dalam hikmah diatas, syaikh Said Ramadhan Al-buthi memberika penjelasan nya sebagai berikut:


Cahaya (Nur)

cahaya adalah rahasia Allah yang menyinari otak (akal) yang melahirkan pemahaman-pemahaman.

cahaya memiliki menyingkap dalam arti menjelaskan, menghilangkan kerancuan, dan mengantarkan manusia dari kegelapan dan kesesatan menuju terang benderang. dan semua makna kata ini tercakup dalam kata “Ilmu”. 

cahaya adalah rahasia dan anugerah -Nya menusia melakukan perubahan diri dari lembah kesesatan menuju puncak ilmu dan pengetahuan. dan perubahan ini membutuhkan alat yang disebut dengan akal.

jadi akal hakikatnya adalah cahaya Allah yang mencerahkan otak sehingga terealisasilah pemahaman.

Mata Hati (Basiroh)

Mata hati adalah kemampuan subjektif yang dimiliki oleh manusia untuk memuat keputusan. mata hati ini juga menamakannya dengan kebebasan yang dimiliki manusia untuk memilih keputusan.

dalam Al-quran mengistilahkannya kasb, yaitu pusat emosi atau perasaan yang ada dalam jiwa manusia yang bisa membuat berempati, mendorong, menolak dan memuliakan.

matahati bukanlah akal, akan tetapi buah yang dipetik manusia dari akalnya, seperti argumen yang dijadikan landasan dalam mengambil keputusan. mata hati disini itu yang membuat keputusan, mencari sandaran dalam membuat hukum atau keputusan dalam diri manusia.

jadi peran cahaya akal menyingkap kebenaran-kebenaran sehingga tidak tercampuri dengan kerancuan berupa kesalah dan kepalsuan. jika semuanya telah jelas tanpa kerancuan dan kepalsuan maka setelah itu datanglah peran mata hati yaitu menjadikan hal tersebut menjadi sebuah kesadaran dalam mengambil keputusan.

Hati (Qolb)

peran hati dalam hikmah disebut untuk mengahadap dan berpaling, maju dan mundur. 

hati memiliki dua kekuasaan yang bertolak belakang; kekuasaan cahaya-cahaya luhur, dan kekuasaan keinginan dan kesenangan -kesengan sesaatyang bersifat instingstif.

  1. kekuasaan cahaya luhur

seperti yang dijelaskan dalam surat annur ayat 35:

Allah memberikan petunjuk cahaya-Nya bagi orang yang dia kehendaki.

2. kekuasaan keinginan dan kesenangan

seperti dalam firman allah Ali Imran ayat 14 :

dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang.

untuk mengendalikan kekuasaan hati dan kesenangan ini kearah yang positif, yaitu dengan mendekatkan diri kepada allah dan banyak berzikir.


dari beberpa kenikmatan yang disebutkan setik menjadi hikmah bagi kita menambah keyakinan mau membuka diri menerima pancaran cahaya dari Allah kemudian kita jadikan panduan dengan mata hati sehingga terealisasi dengan hati kita.

-5 Ramadhan 1447 H



Komentar