Meluruskan tuduhan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab
Didalam kitab Mafahim Yujibu an Tushahhah (pemahaman yang harus diluruskan) karya Prof. Dr. As-sayyid Muhammad Alawi almaliki al-hasani, pada salah satu bab berjudul, Hati-hati dari sembarangan mengkafirkan. tercatat sikap Syaikh Muhammad bin Abdul wahab. didalam buku sayyid menerangkan Syaikh Muhammad bin abdul wahab rahimahullah sungguh telah bersikap mulia.
![]() |
| Muhammad bin Abdul Wahab |
Terkait sikap yang terkadang dicela oleh banyak orang dari kalangan yang mengklaim sebagai pengikutnya, kemudian mereka dengan serampangan memvonis kafir orang lain yang berbeda pandangan dan menolak pemikirannya.
Syaikh Muhammad bin abdul wahab sendiri mengingkari semua pengakuan tidak berdasar yang dinisbatkan kepadanya. dia mengatakan dalam sebuah risalah [1], yang ditunjukkan kepada penduduk Qashim:
"Sudah tidak samar lagi bagi kalian, bahwa telah sampai kepadaku kabar bahwa risalah Sulaiman bin Suhaim telah sampai kepada kalian, dan sebagian orang yang berilmu ditempat kalian menerima dan mempercayainya. dan Allah ta'ala mentahui bahwa sesungguhnya orang tersebut telah mengada-ada atas namaku dengan hal-hal yang tidak pernah aku katakan. bahkan kebanyakan hal-hal itu tidak terbersit sama sekali dalam benakku.
diantara hal-hal itu adalah perkataan Sulaiman bin Suhaim,
- bahwa aku membatalkan kitab-kitab mazhab empat.
- juga, bahwa aku mengatakan manusia selama 600 tahun sama sekali tidak berada dalam agama yang benar. dan
- bahwa aku mengaku sebagai ahli ijtihad.
- dan bahwa aku keluar dari taklid. dah bahwa allu mengatakan, perbedaan pendapat dikalangan ulama adalah bencana.
- dan sesungguhnya aku mengkafirkan orang yang bertawassul dengan orang-orang shaleh.
- dan bahwa aku mengkafirkan al-Bushiri disebabkan perkataannya 'Ya akramal Khalqi (wahai makhluk termulia)'.
- dan bahwa aku mengatakan, kalau seandainya aku mampu menghancurkan kubah Rosulallah, niscaya aku akan menghancurkannya.
- dan jika aku mampu mengambil talang pancuran Ka'bah (yang terbuat dari emas), niscaya aku ambil dan aku akan menggantikannya dengan talang yang terbuat dari kayu.
- dan sesungguhnya aku mengharamkan ziarah ke makam kedua orang tua dan yang lain. dan bahwa aku mengkafirkan orang yang bersumpah selain allah.
- dan bahwa aku mengkafirkan Ibnu al-Faridh dan Ibnu A'rabi.
- juga, bahwa aku membakar kitab Dala'il al-Khairat dan Raufh ar-Rayahin, dan aku namai kitab Raudh ar-Rayahin dengan Raudh asy-Syayathin.
Jawabanku atas semua tuduhan itu, aku mengatakan:
سبحنك هذا بهتن عظيم
'Maha suci engkau (wahai tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar'."[2]
Mudah-mudah kita lebih bisa memahami dan meluruskan apa yang sebelumnya kita pahami tentang syaikh muhammad bin abdul wahab. wallahu a'lam
sumber:
[1] risalah yang pertama dari "ar-Rasail asy-Syakhshiyyah" dalam kumpulan karya-karya Syaikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, yang dicetak oleh universitas Imam Muhammad bin Sa'ud al-Islamiyyah, pada bagian kelima.
[2]pemahaman yang harus diluruskan (mafahim yajibu an tushahhah) edisi revisi hal 121-123

Komentar
Posting Komentar